Dunia Bisnis

IKAN PORA-PORA HARGANYA MURAH NAMUN BERGIZI TINGGI

Proteinnya Terbukti

Perlu pemeliharaan bagi ikan pora-pora

Laguboti, BTR

Ikan pora-pora merupakan salah satu ikan yang dihasilkan di Danau Toba. Ikan pora-pora jumlahnya sangat banyak. Menurut beberapa warga di pinggiran danau toba yang menggeluti pekerjaan sebagai nelayan yang ada di Desa Pardinggaran Kecamatan Laguboti mengatakan bahwa ,jumlah pora-pora di Danau Toba itu sangat banyak. Ikan pora-pora sangat cepat berkembang biak, menurut salahsatu nelayan  bernama Adil Pangaribuan  umur 3 minggu ikan pora-pora sudah bertelur dan 3 hari sudah menetas, Makanya jumlah pora-pora terus bertambah jumlahnya.

Menurut Bohal Pangaribuan (nelayan di pardinggaran, Laguboti) “Setiap hari rata-rata bisa dapat ikan pora – pora sekitar 300 kg hingga  400 kg”. Masih menurut Bohal “Ikan pora-pora itu sangat laris, terutama kepelosok-pelosok seperti; Sidulang, Simare, Parsoburan dan  daerah-daerah lain yang jauh dari pasar bahkan ada pihak penampung ikan pora-pora yang dengan sengaja memasarkannya hingga ke Padang dan Pekanbaru.

Ketika kami tanya”Apakah nelayan pora-pora mengganggu  mencemari  dan mengganggu keindahan Danau Toba? Menurut Gomgom Pangaribuan (nelayan di Pardinggaran) “Tidak…..kami tidak ada mencemari danau Toba, justru kalau pora-pora tidak diambil, maka jumlahnya akan semakin banyak dan bisa menghambat kapal sangkin banyaknya” “Kami juga nggak mengganggu keindahan Danau Toba, karena kami ke Danau pada subuh hari sekitar   pukul 04.00 WIB-06.00 pagi hingga  selesai dan alat-alat langsung digulung dan disimpan”.

Boru Siagian salahsatu konsumen atau pembeli ikan pora pora mengatakan ,ikan pora-pora suatu lauk yang sangat bergizi di samping harganya yang sangat terjangkau dan ikannya selalu segar-segar . Hanya ikan pora-pora yang harganya Rp 4000 per kilogram ikan-ikan yang lain sudah jauh harganya diatas ikan pora pora. Masih menurut boru Siagian “dari pada beli ikan laut yang harganya Rp. 23.000/kilo itupun hanya sekali makan saja ,mendingan beli ikan pora-pora , dimana bila dengan harga Rp 23.000 / kilo pora pora sudah bisa  kita dapat sebanyak  5.5 kilo dan  itu sudah bisa  dimakan untuk satu minggu buat anak saya yang tujuh orang’ujarnya.

Menurut pengakuan Tagor Sibuea perantau asal Laguboti  yang tinggal di Jakarta dengan secara kebetulan berlibur ke kampong halaman , Pora-pora enak, gizinya tinggi, gak ada formalinnya, di Jakarta gak ada ikan yang tidak berformalin……ini saya beli 10 kg untuk digoreng kering mau dibawa ke Jakarta” Ujarnya . Dan saya berharap ikan pora-pora ini perlu dilestarikan atau dibudidayakan sebagai cirri khas dari air danau toba yang kita cintai ini, dan jangan pernah untuk di buat punah “ Tegas Tagor. ( JS-RED)

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s