Hukum

Perempuan Nikahi Perempuan Dengan Modus Penipuan

PORSEA / BT

Mardiyanti Hutahayan (36) yang berganti nama Davit Sirait menyamar sebagai pengantin laki-laki saat ini telah diamankan di sel Polres Toba Samosir sedangkan pengantin wanitanya boru Sagala (35) yang kini jadi buronan Polisi mengaku perkawinan tersebut dilakukan karena suka sama suka. Akibat perbuatan  tersebut sehingga kedua tersangka dijerat pasal 378 tentang penipuan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Mardyanti Hutahayan kepada Nusa Selasa (15/11) menceritakan dasar mereka melakukan perkawinan sejenis tersebut adalah suka sama suka. Antara Pengantin Mardiayanti Hutahayan (Davit Sirait) dengan Boru Sagala sudah kenal selama satu setengah tahun.

Namun pengakuan dari anak kedua dari dua bersaudara ini, hubungan asmara mereka selama ini dari jarak jauh. “Saya berada di Kalimantan sedang dia (boru Sagala) berada di Jakarta, jadi selama kami berhubungan baru dua kali tatap muka,” ujar Mardiayanti yang menyamar pengantin laki-laki.

Setelah pertemuan yang ketiga kalinya, sehingga muncul komitmen untuk menjalani pernikahan. “Kami bertemu di Medan saat itu, dan pergi ke Porsea dan ketemu dengan  Op Maruhup (Pak Lehu) Sirait. Op Maruhup lah sebagai wali yang menikahkan kami,” ujar Mardyanti Hutahayan.

Sebelumnya, lanjut Mardyanti, dia sudah lama kenal dengan Op Maruhup (Pak Lehu) saat di Jakarta pun mereka sudah kenal. “Sejak enam tahun lalu kami sudah kenal dengan keluarga Op Maruhup begitu juga dengan anak-anaknya,” katanya,

Terpisah, Op Fitri Br Hutagaol (60) dan Op Marini Br Simbolon warga Dolok Nauli keduanya merupakan tetangga dari Op Maruhup (Pak Lehu) tempat diadakannya pesta  tersebut, kepada Pers mengatakan, mereka sebelumnya tidak mengenal kedua mempelai.

“Kami selama ini tidak mengenal kedua mempelai, namun Op Maruhup mengatakan kepada kami, Mardiyanti Hutahayan (yang menyamar sebagai laki-laki-red) itu adalah familynya (cucunya),” ujar Op Fitri diamnini Op Marini.

Sebelumnya warga tidak merasa curiga dengan perkawinan sejenis itu, karena dari segi fisik mereka lihat bahwa Mardiyanti Hutahayan adalah laki-laki, pangkas rambut pendek dan wajahnya saja seperti laki-laki. “Memang suara pengantin laki-lakinya (Mardiyanti –red) seperti suara perempuan, justru penganti perempuan (Br Sagala-red) yang seperti laki-laki. Jadi lucu memang,” ujar warga.

Baru kemarin (Senin, 14/11)  sekira pukul 10.00 WIB warga mengetahui, ternyata yang pesta kawin (mamasu-masu) pada Sabtu (12/11) lalu di rumah Op Maruhup (Pak Lehu ) tersebut kedua mempelainya adalah perempuan. “Bajunya dibuka dan diikat di tiang ini, ternyata dia perempuan,” ujar warga.

Dikatakan warga, awal terbongkarnya perkawninan sejenis tersebut, karena kedua mempelai tidak mau membayar segala pengeluaran pesta yang jumlahnya berkisar Rp.5 juta lebih.

Dan didukung kecurigaan marga Gurning warga Lumban Gurning yang ketika itu datang berkunjung ke Dolok Nauli. Marga Gurning tersebut melihat Mardyanti Hutahayan (Davit Sirait-red).

Mardiyanti Hutahayan yang mengaku Davit Sirait beserta pasangannya boru Sagala tersebut di kampung itu sudah berada dua minggu. Sementara pendeta yang menikahkan mereka berdua tidak berada ditempat.Wawancara dengan AKBP Budi suherman Kapolres Toba Samosir mengatakan,kasus ini murni penipuan dan siapa saja yang terkait dalam kasus ini akan di tindak tegas oleh pihak kepolisian,dan hingga sekarang pihak kepolisian masih mencari pasangan wanita yang dengan sengaja melarikan diri dan bahkan para saksi akan sesegera mungkin dihadirkan dan dimintai keterangannya terkait kasus ini. (Jungs)

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s